Pakel, tumbuhan ponang ( walur) yang saat ini banyak diminati masyarat khususnya desa pakel sendiri sehingga warga saling berlomba-lomba untuk menanamnya.
masyarakat desa pakel pada musim penghujan ditahun ini tidak ketinggalan, mereka semuanya melakukan penanaman ponang, bisa dikatakan setiap rumah, bahkan setiap kebun semuanya ditanami ponang (walur).
Kalau dulu tumbuhan ponang (walur) ini hanya ditaman para petani saja atau yang hanya pekerjaannya menjadi pekebun, namun ditahun 2020 ini penanam ponang ( walur) tidak hanya petani bahkan orang-orang yang sudah punya penghasilan tetap setiap bulan juga ikut membudidayakan karena tergiur dengan harga ponang ( walur) sangat melonjak drastis.
Harga bibit porang (walur) dirumah kami saat ini yang kecil perkilo sekitar RP. 90.000, sedangkan harga yang bibibtnya sedang sekitar RP. 120.000. jika dihitung mulai dari masa tanam hingga masa panen porang (walur) bisa diperkirakan sekitar 36 bulan .
Inilah yang menjadi alasan masyarakat mereka berkeinginan membudidayakan porang (walur) karena harga yang cukup baik dipasaran.